Huh, bagaimana nasibku nih? Gimana kalau beneran aku sakit perut? Namun Danita ragu untuk memegangnya bukan karena panasnya. "Atau mau disuapin?" Makanya mangkuk buburnya masih di tangan Rizki dan dia menggoda Danita begitu dengan senyum di bibirnya merekah penuh makna. "Nah ini pesanannya Boss!" di saat yang bersamaan tukang bubur menyerahkan mangkuk pada Bian dan Ricky. "Uh, ini yang ngangenin!" Bian tak sabaran nyeletuk saat Ricky menerima dua mangkuk itu "Ehm, makasih ya sayang. Huh, lama juga makanannya dateng." Melihat kedua temannya mengambil barulah Danita mengulurkan tangannya. "Segini udah cepet. Biasanya antri setengah jam di sini tuh!" Bian yang menyeletuk Ini sudah setengah sepuluh lewat. Jadi sudah tidak ramai seperti pagi hari lagi. Kalau mereka datang di jam-jamnya

