"Apa tidak ada pembicaraan lain yang bisa kau bahas selain dia?" "Sayangnya sampai saat ini aku di Indonesia dan dari aku berbisnis di luar negeri, aku baru melihat ada pria seangkuh dirinya!" Mata Danita bagai sedang day dream. "Wow sangat memukau. Keren sekali. Dan sikap dinginnya itu memang membuat seseorang jadi penasaran tentang pribadi di balik kemaskulinannya itu!" Dan ini pembicaraan bukan hanya sekali dua kali saja. Sepanjang hari bahkan sampai Rizki tadi bertanya ketika mereka masuk ke dalam kamar tidur mereka hanya kata-kata itu yang terlontar di bibir Danita. Sungguh memuakkan dan membuat hatinya sempit. "Hai, kenapa denganmu? Tak suka dengan pembahasanku? Kau cemburu dengan Ryuga?" "Aku?" Di telunjuk Rizki langsung mengarah pada hidungnya sendiri sambil dia menggelengk

