"Kita berangkat ke kantormu sekarang atau aku kembali ke kamar ganti baju dan tidur lagi?" Rizki yang eneg dengan celotehan Danita langsung to the point. "Kau berani mengancamku?" jelas saja Danita tak suka. Dia berbisik pada Rizki, berniat menegur. "Hmmm, kenapa enggak?" Rizki memang bukan hanya menggertak. "Kau tak ingin membalas dendammu, kah?" Danita menahan tangan Rizki saat sudah mau melangkah meninggalkannya. "Kalau hanya untuk membalas Linda aku sudah tidak terlalu ingin." "Kau lupa dengan tawaranku?" Rizki jual mahal, makanya Danita mengekang tangannya lebih kuat dan berbisik penuh tekanan. "Aku sudah biasa hidup miskin. Jadi tidak terlalu butuh semua tawaran yang kau berikan!" Senyum itu memang cukup mengesalkan untuk Danita yang mati gaya. "Coba kau bayangkan jika aku

