"Kau. Bisamu apa sih? Semua kau bilang tulis dulu saja pertanyaannya dan akan kau jawab di rapat selanjutnya. Apa kau tidak bisa sedikit berinisiatif?" Danita masuk ke dalam ruangannya diikuti oleh Rizki. Sambil menutup pintunya, wanita dominan itu sudah mencurahkan semua luapan emosinya pada seorang pria yang seakan tak peduli dengan santainya melangkah duduk ke arah sofa. "Kau dengar yang aku bilang gak sih, Rizki?" "Denger! Selow aja kali!" protes Rizki. "Tadi bukan katamu kalau ada yang tak kumengerti dan bukan bagianku untuk menentukan keputusan itu aku harus mengatakan kalau dicatat dulu saja dan nanti aku akan mempelajarinya lagi di peremuan selanjutnya?' Rikzi membalikkan. "Apa itu salah?" "JELAS SALAH!" Danita making nge-gas. "Harusnya kau berinisiatif dong. Kalau semua k

