"Badanmu panas dingin, kau pucat. Kau demam bukan saja karena pikiranmu yang masih belum bisa melepaskan adikmu tapi kau juga demam karena terlalu lama di kolam renang. Selain itu kau tidak makan tapi masih banyak beraktivitas lagi sampai tadi kita waktunya makan kau belum makan. Jadi jangan banyak bicara makanlah dulu!" Rizki menaruh meja kecil dengan mangkuk di atasnya di hadapan Danita. "Mau aku mencoba makanannya dulu supaya kau yakin kalau itu tidak diracun?" Melihat Danita yang tidak menyuap makanan ke dalam mulutnya dan masih memandang ke mangkuk tersebut, Rizki menawarkan lagi. Dia tahu bagaimana penjagaan Danita. "Sssh, kau cobalah dulu!" "Sudah puas?" Rizki tak banyak bicara. Dia langsung mengambil sendok dan menyeruputnya. "Apa perlu aku juga mengganti sendoknya?" "Tid

