"Aku akan tidur di sofa!" Tak pernah ada niat sama sekali dalam hati Rizki untuk berbagi tempat tidur dengan Danita. "Kau yakin, kau tidak butuh ada yang memijat saat mengalami nocturnal penile tumescence?" "Hmm, selama dua puluh tujuh tahun hidupku aku baik-baik saja, jangan khawatir, aku sudah terlatih." Danita senyum-senyum mendengarnya yang tentu saja, kalau Rizki tak sedang kelaparan pasti akan membuatnya mengomel dengan tatapan Danita yang kemudian menjurus ke bagian sensitifnya. "Okey! That's perfect!" Namun karena Rizki hanya menatapnya saja tanpa memarahi Danita, wanita itu langsung naik ke tempat tidurnya. "Apa tidak ada baju lain yang bisa kau pakai? Dan kenapa juga harus dibuka itu baju luarnya?" Sambil bicara Rizki sambil membuang wajahnya. "Dan sebaiknya kau tidur h

