Nikah 2.

1229 Kata

Aku hanya bisa mengusap airmata, make up yang tadi melekat sempurna kini entah seperti apa rupanya. Aku memegang lengan Bang Aldo, ia menoleh seketika. "Bang, papa Abang ngelarang kita nikah. Abang enggak perlu nikahin aku," pintaku agar Bang Aldo menuruti orang tuanya. Bang Aldo menatap dalam kedua manik mataku, manik matanya tajam fokus tak bergoyang sedikitpun, sama sekali tidak ada keraguan tersirat di sana. Aku yang tidak kuat beradu pandang, memejamkan mata membuat air yang masih menggenang mengalir kembali. "Kamu mau, 'kan, nikah sama Abang?" tanyanya penuh keyakinan. Aku tidak dapat berfikir, ragu, sedih, dan kecewa semua menjadi satu. Tapi ada satu rasa yang paling kuat, aku takut sendiri hingga aku menganggukkan kepala mengiyakan pertanyaannya. Bang Aldo menatap Mario

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN