"Hati-hati di jalan ya, Sayang. Salam buat Rayisa," ujar Mama Lina saat mengantar kepergian kami. Marisa yang berdiri di sebelahnyapun mengucapkan perkataan yang bermakna sama, hanya mereka berdua yang melepas keberangkatan kami, sedangkan ayah Bang Aldo tidak datang. Benar kata Marisa, mereka berdua sama-sama keras, enggak ada yang mau ngalah. Tapi aku bersyukur mama Lina dan Marisa bisa menerimaku. Entah ikhlas atau tidak, yang aku tahu mereka selalu bersikap baik padaku. Hari masih sangat pagi, tapi Bang Aldo sudah mengajakku melakukan perjalanan. Agar sampai di sana tidak terlalu sore katanya, sekitar tujuh jam waktu yang akan kami lalui di perjalanan. "Dina ... Aldo baik-baik, ya." Kata itu yang selalu terngiang di telingaku walau sang pengucap telah terpisah jarak yang sema

