Kedai cukup ramai saat ini, entah kenapa Mario tidak berangkat ke kampus hari ini. Beberapa kali ia berusaha mendekatiku, pasti banyak sekali hal yang ingin dia tanyakan. Namun, selalu urung, bukan karena enggan tapi memang karena kesibukan yang membuat kami tidak punya kesempatan berdua. Aku masih termenung menimbang rasa, duduk terpaku menghadap meja kerja. Meninggalkan Mario sudah manjadi tekat aku harus kuat, aku berencana ke tempat Bang Rian untuk memberitahu tentang rencana pernikahanku. Bagaimanapun ia adalah satu-satunya kerabat yang kumiliki ia harus tahu tentang hal besar ini. Aku sudah menyelesaikan semua pekerjaan hingga meninggalkan kedai lebih awal tidak akan menjadi masalah, aku sudah berpamitan pada Yuna kalau aku harus pulang lebih awal. Melangkahkan kaki, keluar ked

