Ini adalah saat-saat paling membahagiakan dalam hidupku, waktu di mana setiap detiknya terasa sangat berharga. "Apa, Sayang? Kamu mau apa?" Kini Bang Aldo menempelkan telinganya di perutku, kepalanya mengangguk-angguk seolah mendengarkan apa yang janinku katakan. Hal itu membuatku menahan tawa, tingkah suamiku sungguh konyol tapi menggemaskan. "Iya, Papa bilang Mama dulu, ya." Pungkas Bang Aldo sebelum mencium perutku. "Sayang, kamu tau enggak baby kita minta apa?" tanya Bang Aldo padaku, aku menggeleng pelan. "Dia minta Papa tengokin katanya." Kata Bang Aldo sambil mengerlingkan satu matanya. Aku mengerti apa yang ia maksudkan, aku menahan senyum merasakan hangat yang menjalar hingga di kedua pipiku. "Ih ... Abang modus!" Jawabku sambil mencubit perutnya. "Ih, beneran!" Di

