Adakah seorang anak yang bisa memesan bagaimana dirinya akan dilahirkan? Memilih orangtua yang mereka inginkan? Atau memutuskan kehidupan mana yang mereka akan ambil? Tidak ada. Begitupula Daya, Troy dan anak – anak yang ditelantarkan orangtua mereka. Lantas, mengapa seseorang yang dipilih Tuhan sebagai ibu dari mereka memilih untuk menyerahkan anak – anaknya pada orang lain? Tidakkah dirinya memikirkan nasib anak – anak yang sudah ia lahirkan dengan susah payah? Tidakkah ia berpikir, suatu saat mereka bertanya – tanya tentang orangtua mereka? Ezra melihat punggung Daya yang lunglai, duduk di atas kasur menghadap jendela yang ia buka. Gerimis di luar, tampak syahdu berkolaborasi dengan daun – daun yang terlihat segar setelah disirami semalaman oleh langit. Mata Daya membengkak, sebab d

