Sepasang Sayap

1842 Kata

Selain Troy, tidak ada lagi yang menunjukkan wajah cerah ceria. Daya sampai menghela napas berkali – kali karena kesulitan membujuk Elisa, Ezra dan Vika untuk mengisi perut mereka dengan makanan. Mbak Asti, asisten rumah tangga Elisa, ikut menyerah membujuk para tuannya. Daya tidak pernah merasakan kehilangan yang demikian, mengenal orangtuanya saja baru. Dia tidak tahu seberapa dalam kesedihan ketiga orang yang kini menjadi keluarganya. Namun, Daya mencoba mengerti. Kehilangan memang tidak pernah mudah. “Ma, aku enggak sekolah dulu?” Tanya Troy yang baru selesai dimandikan. “Iya. Mama sudah izin sama bu guru.”  Mata Troy berbinar cerah. “Boleh?” “Boleh dong.  Bu guru kan baik.” “Ayah kenapa sih Ma? Kok enggak mau makan.” Daya hanya tersenyum kecil alih – alih menjawab pertanyaan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN