Daya tersentak saat mendengar kabar bahwa ayah mertuanya telah berpulang ke pangkuan Tuhan, dini hari tadi. Dan Ezra baru sempat memberitahu Daya ketika fajar sudah menyingsing. Pria itu bahkan kesulitan bicara saat menelpon sang istri. “Kamu bisa enggak naik taksi ajak Troy ke rumah ibu?” Tanya Ezra. Daya bisa menduga pria itu tengah kalut. Dilihatnya Troy yang masih terlelap di atas kasur, terlindungi dari suasana duka yang dapat Daya rasakan dari nada suara Ezra yang lirih dan tersendat. “Iya. Aku akan kesana naik taksi.” Ezra bergumam menjawab ucapan Daya. “Mas, yang sabar ya Mas. Bapak udah enggak sakit lagi.” “Iya,” tangis pria itu pecah. Daya ingin berlari dan memeluk Ezra, namun ia tertahan dengan suara mengulat Troy yang berganti posisi dan belum terjaga dari tidur. Dielusn

