Daya kembali menikmati interaksi Ezra dan Troy di ruang televisi. Meski demam Troy tidak setinggi siang tadi, Daya tetap menempelkan plester penurun panas yang telah diganti di dahi Troy. Mudah bagi Ezra membujuk anaknya untuk mulai menghabiskan makanan membuat Daya terbantu menyuapi anak asuhannya. “Yah,” “Hm?” Ezra meletakkan laptop dan mengambil sepotong buah yang disajikan Daya, menatap wajah Troy yang masih sedikit pucat. “Ayah sama kak Daya pacaran ya?” Troy menggoda dua orang dewasa yang kini salah tingkah. “Siapa yang ngajarin kata ‘pacaran’?” Troy menunjukkan wajah sok tahu yang menggemaskan. “Iyah aku tahu aja.” “Enggak. Pasti ada yang ngajarin, hayoo kasih tahu Ayah, kamu tahu dari mana?” Troy tergelak kesenangan, Daya harus meraih bahunya agar Troy tidak berguling kare

