“Daya, Ibu minta maaf karena informasi tentang keluarga kamu memang nihil. Satu – satunya barang bawaan yang kamu bawa selain baju dan kain yang dipakai menyelimuti kamu bayi hanyalah anting – anting yang kamu pakai saat kecil. Kamu masih simpan kan?” Daya menatap kedua mata Fauziah, ibu pengasuh di panti asuhan tempat di mana Daya tumbuh besar hingga akhirnya pergi bersama Boy. Kemudian mengangguk menjawab pertanyaan wanita paru baya itu. Setelah meminta izin pada Ezra untuk mencoba menggali informasi tentang orangtua kandungnya, Daya pun datang kembali ke panti asuhan di mana dirinya pernah dibuang oleh seseorang yang tidak menginginkannya hampir dua puluh delapan tahun lalu. Ia juga meminta maaf atas tindakan kekanakannya yang kabur bersama Boy. Daya juga memberitahu mengenai keberada

