bc

Penipu Hati

book_age18+
68
IKUTI
1K
BACA
love-triangle
family
fated
goodgirl
drama
betrayal
lies
affair
like
intro-logo
Uraian

Jantung Tarisha seakan melompat dari tempatnya ketika menyaksikan suaminya bersama seorang perempuan yang diketahui juga berstatus sebagai istri Kalandra. Mendapati kenyataan jika dirinya hanyalah istri kedua, membuat hancur perasaan Tarisha. Wanita yang sedang hamil lima bulan itu mengelus perutnya pilu.

Adalah Sharena, wanita baik-baik yang tak asing lagi bagi Tarisha. Sharena adalah istri pertama Kala yang sudah dinikahi tujuh tahun sebelum Kala mempersunting Tarisha.

Tak ingin menjadi duri dalam rumah tangga Kala dan Sharena, Tarisha memilih berpisah dari Kala yang cinta mati padanya. Kepergian Tarisha dari hidup Kala sukses menjungkirbalikkan lagi dunia seorang Kalandra.

Tarisha yang sudah menjauh dari Kala mencoba merangkai masa depannya bersama Zayyan. Pria yang berhasil menyusun kembali kepingan-kepingan hatinya yang patah.

Namun bagaimana jika sekali lagi takdir membawa Kala kembali pada kehidupan Tarisha?

Menawarkan lagi mahligai cinta demi buah hati mereka?

cover source and edit by canva

font: Arturo Heavy, PT Serif

chap-preview
Pratinjau gratis
Part 1
Dari kejauhan Tarisha sudah melihat sosok pria yang begitu dikenalinya. Namun yang membuat jantungnya seakan melompat dari tempatnya adalah netranya yang menangkap seorang perempuan disebelah pria itu yang sedang bergelayut manja. Pasangan itu terlihat sedang membicarakan sesuatu kemudian tertawa-tawa sambil melangkahkan kaki mendekat kearahnya. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata sendu yang memperhatikan gerak tingkah mereka. Semakin dekat, semakin terlihat jelas apa yang diyakini hatinya. Spontan saja Tarisha mengusap perutnya yang berisi janin berusia lima bulan itu. Hatinya berdenyut pilu. Niatnya yang hanya ingin berjalan-jalan di pusat perbelanjaan itu, kini malah dihadapkan dengan pemandangan yang menyayat kalbu. Namun tanpa ragu, Tarisha juga berjalan lurus kearah mereka hingga akhirnya tepat berhadapan dengan pasangan yang terlihat sangat bahagia ini. "Mas Kala?" "Tarisha?" Dua insan itu berdiri mematung saling memandang. Cepat-cepat Tarisha merapatkan bibirnya kembali yang sempat menganga karena keterkejutannya. Kemudian diliriknya wanita berhijab yang menggandeng lengan suaminya. "Tarisha, Mas Kala, kalian sudah saling kenal?" Suara perempuan disebelah suaminya itu tiba-tiba saja memecah kecanggungan suasana diantara Kala dan Tarisha. Sharena namanya. Tarisha dan Sharena sudah saling mengenal bahkan cukup dekat. Sharena adalah konsumen tetap toko kue milik Tarisha. Ia sering memesan snack box untuk acara kantornya maupun pribadi. "Ya. Tentu saja," jawab Tarisha lebih dulu. "Ehm... Mbak Sharen, ini ...?" Pertanyaan Tarisha meggantung seolah bibirnya tak mempu meneruskan kalimatnya. "Suamiku," ucap Sharena menyempurnakan kalimat tanya dari Tarisha. Terkejut? Sudah pasti. Namun sebisa mungkin Tarisha mencoba bersikap biasa saja. Menahan gejolak perasaannya. Menciutkan ego yang sebenarnya sudah ingin ia kedepankan. Tarisha masih setia dengan diamnya. "Oh iya, kalian kenal di mana? " tanya Sharena yang ingin tahu lebih jauh. Kala nampak gugup. Ia terlihat diam dan tak ingin bersuara. Namun raut wajahnya terlihat khawatir dengan jawaban yang diberikan Tarisha. Ia melipat bibirnya menyorot Tarisha menanti-nanti kalimat apa lagi yang akan keluar dari mulut istri keduanya itu. "Mas Kala ini kakak kelasku waktu SMP," ucap Tarisha datar. Tarisha tidak sepenuhnya berbohong. Memang benar Kala adalah kakak kelasnya ketika sekolah menengah pertama. Tarisha hanya tak mengatakan kejujurannya jika Kala adalah suaminya. Juga. "Oh gitu, tadinya baru aja mau ngenalin. Tapi Mas Kala belum tau kan kalo Tarisha ini pemilik toko kue dan roti yang sering aku pesen buat bikin snack box acara kantor?" Kala spontan saja menggelengkan kepalanya. Jelas saja ia tidak tahu jika istri pertamanya dan istri keduanya itu ternyata sudah saling mengenal. Tarisha yang tak nyaman dengan suasana yang tercipta diantara mereka memilih untuk pamit lebih dulu. Namun Sharena yang tak mengerti apa-apa malah mengajak Tarisha untuk makan siang bersama. Tarisha sudah mencoba menolaknya secara halus, namun pada akhirnya tak kuasa menghindari dan menerima tawaran Sharena. Jadilah kini Kala, Sharena, dan juga Tarisha tengah berada di satu meja. "Sekarang berapa usia kandunganmu, Risha?" tanya Sharena. "Sudah masuk lima bulan Mbak," jawab Tarisha "Oh lima bulan. Kamu beruntung banget ya Rish, diberi kesempatan mengandung." Sharena tersenyum datar. Lalu Kala yang duduk disampingnya terlihat merangkul dan mengusap bahu Sharena. Tarisha langsung menunduk menyaksikan adegan itu. "Aku dan Mas Kala sudah tujuh tahun menanti," lirih Sharena. "Yang sabar ya Mbak. Nanti kalau sudah waktunya juga Mbak Sharen Insyaallah akan berkesempatan mengandung," ucap Tarisha membesarkan hati Sharena. Lalu pelayan restoran datang mengantarkan makanan yang dipesan. Suasana pun kembali menghangat. Mereka berbincang-bincang ringan seputar pekerjaan. Kala dan Tarisha mengikuti alur peranan masing-masing yang tak saling mengenal dihadapan Sharena. Meskipun Kala dan Tarisha merasa tidak nyaman, namun tak ada yang menyadari itu. "Kamu belanja gak dianterin suami kamu, Rish?" tanya Sharena disela-sela makannya yang sukses membuat Kala tersedak. Buru-buru Sharena menyodorkan air minum untuk Kala. Sambil meneguk minumannya, pupil mata Kala tak lepas dari Tarisha. Sudah tentu ia mengkhawatirkan jawaban dari Tarisha. Sekilas Tarisha menatap Kala, lalu ia mengalihkan sorotnya pada Sharena yang memang menanti jawabannya. "Enggak Mbak, suamiku sedang dinas di luar kota." Tarisha menggeleng dengan senyuman. Senyuman tipis yang tesungging dari bibir manis Tarisha membuat hati Kala mencelos. Ia tahu betul jika kini istri keduanya itu sedang menahan kekecewaan yang amat besar kepadanya. Kala sudah tidak sanggup menatap mata Tarisha yang memancarkan kesenduan. "Sharena harus tau yang sebenarnya," batin Kala. "Sayang," ucap Kala sembari menautkan jemarinya dengan jemari Sharena. Sharena menoleh menunggu ucapan Kala selanjutnya. "Sebenarnya..." Ucapan Kala terhenti. Menggantung. Apa yang Kala ucapkan ini takut menyakiti hati istrinya itu, meskipun sebenarnya diam-diam Kala telah melakukannya. Menatap dalam manik kecoklatan milik Sharena membuatnya meragu. Haruskah terungkap sekarang? Sudahlah ia menyakiti Tarisha dengan kebohongannya. Lalu apakah kini ia akan menyakiti Sharena dengan kejujurannya? Kala melirik pada Tarisha yang menggeleng kecil mencoba mengisyaratkan sesuatu. Dan Kala pun paham maksud Tarisha meski sekilas. "Apa Mas? Sebenarnya kenapa? Apa yang mau kamu katakan?" Rentetan pertanyaan Sharena menarik Kala kembali dari pikiran dilemanya. "I-iya, sebenarnya aku... Aku mau bawa kamu ke suatu tempat," jawab Kala sekenanya. "Oh begitu. Aku kira ada apa." Tarisha mengembuskan nafas lega saat mendengar ucapan Kala. Ternyata Kala cukup peka dengan isyarat yang diberikannya. Memang Tarisha tidak ingin Sharena mengetahui jika dirinya juga istri dari suaminya. Bukan karena takut dilabrak atau semisalnya. Alasan terkuat Tarisha hanyalah tidak ingin menyakiti hati Sharena, kakak madunya. "Hmm... Mbak, Mas aku pamit duluan ya," ucap Tarisha sesaat setelah menghabiskan porsi makannya. "Kamu buru-buru, Rish?" tanya Sharena. "Iya. Soalnya aku masih ada urusan, Mbak." "Ini makanannya masih banyak loh. Gak dihabiskan dulu?" Sharena menunjuk pada piring-piring makanan yang memang masih terisi dengan banyak makanan. Tarisha menggeleng. "Tidak Mbak. Terima kasih ya." "Iya sama-sama, Rish. Kamu hati-hati ya di jalan." Tarisha mengangguk. Ia segera beranjak dari tempat duduknya. "Kamu pulang naik apa?" Tiba-tiba saja suara Kala yang melontarkan pertanyaan langsung membuat kedua wanita itu kompak menoleh kearahnya. Kala yang segera sadar dengan ucapannya, hanya bisa tersenyum kikuk. ''Emm... Aku naik taksi online," jawab Tarisha canggung sambil melirik pada Sharena yang sedang memperhatikan Kala. Lantas Kala menganggukan kepalanya lalu menoleh pada Sharena yang tengah menatapnya. "Aku pikir Tarish naik kendaraan umum. Kasihan soalnya lagi hamil," ucap Kala jujur tanpa mempedulikan apa yang ada dipikiran Sharena. "Ya udah, aku pamit duluan ya. Soalnya buru-buru." Usai mengatakan itu Tarisha segera melangkah meninggalkan pasangan suami istri itu. Saat keluar dari restoran, sekali lagi ia membuang nafas lega. Berada di dalam sana terasa sangat menyesakkan baginya. Sambil berjalan ke lobby, ia memesan taksi melalui aplikasi online. "Ini sesuai titik di apliksinya ya Bu?" tanya sopir taksi itu tak lama setelah Tarisa duduk di kursi bagian belakang. Tarisha mengiyakan. Lalu benda pipih yang digenggam Tarisha itu tiba-tiba bergetar tanpa membunyikan suara. Ya, Tarisha memang sengaja me-mode silent-kan handphone-nya. Ketika melihat nama yang tertera pada layar ponselnya, Tarisha langsung menggeser tombol merah. Berkali-kali panggilan masuk pada ponselnya, berkali-kali pula Tarisha menggeser tombol merah untuk menolak panggilannya. Lalu ada sebuah pesan yang masuk. Aku pulang ke rumah malam ini. Tarisha membacanya dari notifikasi pada layar ponselnya yang terkunci. Ia enggan meladeni panggilan maupun pesan dari laki-laki ini. Siapa lagi kalau bukan suaminya. Kalandra Sastra. Pria yang menikahinya satu tahun yang lalu. "Kamu jahat Mas! Kamu udah bohongin aku. Jadi selama ini aku adalah istri kedua kamu. Kamu tega, Mas! Kamu penipu!" umpat Tarisha dalam hatinya. Tanpa terasa kini pipi mulusnya itu telah basah oleh lelehan air yang mengalir dari sudut matanya. Tarisha sudah tak peduli lagi jika saat ini bibirnya mengeluarkan suara sedu sedan yang menarik perhatian sopir yang sedang mengemudikan taksi ini. Ia hanya ingin meluapkan isi hatinya yang lebih dari sekedar sakit. Menumpahkan kekecewaan yang sedari tadi membuat sesak dadanya. Berharap kekacauan hatinya ini luruh lewat bulir bening air matanya.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

TERNODA

read
201.2K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.1K
bc

Kali kedua

read
221.3K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.1K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
84.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook