32. Jebakan Bhumi

1366 Kata

Jean terduduk di atas saung kebun setelah kembali dari pabrik teh. Berbaring santai di sana lantaran tak ada kegiatan yang berarti di kebun. Semua sudah rampung, hanya perawatan harian yang juga sudah dilakukan. Hari-harinya terasa sepi sekali. Jika pada hari panen, banyak sekali buruh tani yang membersamai. Tapi jika tidak sedang panen, mereka pergi ke ladang atau mengerjakan pekerjaan lainnya. Lagi, beberapa waktu belakangan rasanya begitu menyenangkan saat dirinya punya teman baru. “Hazel lama amat nggak balik,” gumamnya menatap langit-langit rumbia di antara semilir angin. Ia kembali berusaha mengingat saat dirinya memergoki Hazel ‘kabur’ dari rumah kayu yang baginya, pergerakan gadis itu sangat aneh. Bahkan sempat terkejut melihatnya. “Gue yang aneh? Apa dia yang aneh, ya?” Jean m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN