17. Teman Baru

1200 Kata

Mata Jean terbuka, lalu tertup. Menatap langit-langit kamar yang remang. Terus seperti itu sepanjang malam sehingga membuatnya frustrasi. “Akh!” Ia terduduk sambil memegangi kepalanya panik. “Dia gila atau apa?” Jean memegangi bagian bawah telinganya sambil termenung. Semua bagai mimpi. Sebab, ia juga baru mengenal Hazel dan gadis itu juga tampak santai. Jadi, Jean juga terasa mengambang. Apakah hanya dirinya yang merasa itu bukan sekedar bisikan? Sengaja atau disengaja? Dan nyatanya, Jean hanya dapat tertidur beberapa menit dalam malam tersebut. Sisanya, ia terus terganggu oleh pikirannya. Jadi, pagi buta saat udara berada di puncak terdingin—yakni 16 derajat, kabut tebal menyelimuti bumi. Embun menggantung di seluruh tanaman. Jean mengenakan jaket parasut yang didalamnya juga dirangk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN