22. Close as Strangers

1158 Kata

Seperti pagi-pagi di setiap harinya, si tampan nan manis pemilik kulit tan—Jean, ia selalu melakukan ritual lari pagi. Apalagi suasana Puncak selalu memikat di pagi hari. Sekaligus sebagai mantan prajurit TNI, staminanya sudah tak lagi diragukan. Mungkin jika Jean tak berolahraga dalam sehari, rasanya sangat aneh seolah olahraga telah menjadi bagian dari hidupnya. Sebelum matahari terbit, ia mampir ke rumah kayu dengan penuh semangat demi mengajak Hazel menikmati pemandangan tersebut sama-sama. Sayangnya, senyum di wajah pria itu seketika padam saat tak menemukan mobil mewah perempuan itu. “Dia pergi lagi?” Dalam hati, tersimpan kekecewaan yang cukup dalam. Namun pada akhirnya ia berusaha mengerti. “Sebenernya dia hidup kaya apa, sih? Bolak-balik sesuka hati,” ocehnya sambil mendekat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN