Chapter 12 Hatimu, Hatiku, Hatinya Lord Aegis sudah berangkat ke Selatan pagi-pagi tadi dengan Shuu-ei, kuda kesayangannya. Mika menghembuskan napasnya dengan kecewa. Mengapa tidak pamit? Harusnya Lord Aegis membangunkannya tadi. Lumayan kesal, namun itu juga salahnya karena ia tidak bisa bangun pagi itu. "Mika, Tuan Aegis tidak membangunkanmu karena ia tidak tega." Ibu Mika membelai rambut anaknya dengan penuh kasih sayang. Mika menekuk bibirnya dengan kesal. Ia meletakkan kepalanya di pangkuan ibunya dengan manja. Mereka ada di dalam kamar sejak tadi. "Ibu, aku sangat menyayangi Tuan...." Ia berkata sembari menatap ke atas, ke wajah ibunya yang sudah mulai berkeriput. Ibu Mika tersenyum. Awalnya ide Lord Mikhalios untuk menikahkan Mika dengan Lord Aegis sangat membuatnya khawatir.

