"Iya gitu." ucap gabriel bangga dengan arahan nya. "Tempelin kening nya." ucap gabriel menyuruh saka dan keisya. "Apa ngga terlalu dekat?" bisik keisya. Saka meraih pinggang keisya agar lebih dekat dengan nya. Ia juga tidak terbiasa bersentuhan dengan perempuan namun bagaimana lagi mereka harus melakukan ini untuk hasil yang bagus. Ia dan keisya di jodohkan. Namun ia tidak menolak ketika melihat karakter lembut perempuan itu. Ia yakin keisya yang terbaik untuknya, saka tidak meragukan pilihan ibu dan ayahnya. "Hanya sebentar." bisik saka. Keisya mengangguk. Dengan gugup ia mendongak sedikit menatap saka dengan kening menempel. "Oke nice." pekik gabriel senang. Omar yang melihat itu juga heboh. Ini pertama kalinya ia melihat sahabat nya itu bersentuhan dengan perempuan. "Diem deh l

