"Lo beneran gila ga." Umpat galen atas sikap sahabatnya yang membawa perempuan ke apartemen. Apa yang saga pikirkan sebenarnya? galen tidak habis pikir. "Gue setuju." Sahut omar atas pernyataan galen yang mengatakan saga gila. Galen menatap jengah omar yang duduk santai di hadapan nya itu. Matanya kembali fokus pada saga yang duduk di kursi kerja nya. "Lo bawa perempuan di kondisi hubungan lo sama alina belum ada kejelasan?" Ucap galen tak habis pikir. "Gue sama alina ngga ada apa apa." Jawab saga apa ada nya. "Bagus itu." sahut omar kembali membuat saga jengkel. Fokus saga teralihkan ketika mendengar ucapan omar. Yang di tatap pun hanya acuh. "Siapa dia ga?" Tanya saka kalem. Hanya dia yang tenang sedari tadi. Tumben sekali orang sibuk ini bisa kumpul itulah yang omar pikirkan ke

