cerita ukti part 1
dari lubang a**s istriku dan rupanya a******i Mbah
Demo keluar dari tekanan lubang a**s istriku yang tersumpal oleh batang kemaluan Mbah Demo yang cukup
besar itu. Mereka kemudian menggelepar dan tersungkur bersamaan tubuh tua renta itu menindih tubuh sintal
istriku yang benar benar lunglai melayani lelaki tua itu.
Keduanya pun tertidur karena kelelahan.
Sekitar pukul tujuh malam, istriku terbangun dan langsung mandi keramas. Istriku mengenakan stelan blaser
dan rok span coklat muda malam itu dan kulihat istriku tanpa mengenakan BH dan celana dalamnya berhias
diantara dua ranjang berdiri di depan cermin. Mbah Demo tak lama kemudian bangun dan mandi. Begitu
istriku selesai berhias, Mbah Demo pun selesai mandinya tanpa menggunakan apapun sehingga batang
kemaluannya yang sebesar lampu TL 40 watt dan ujungnya yang seperti jamur besar itu sudah menegang kaku.
Mbah Demo mendekati istriku dari belakang dan memeluk tubuh istriku, tangan kirinya langsung meremas
payudara kiri istriku, sedang tangan kanan Mbah Demo langsung menelusuri perut istriku dan kemudian
menyingkap rok span istriku bagian depan dan menyusupkan tangan kanannya menggerayangi selangkangan
istriku. Tak lama kemudian bunyi kecepak “cek cek cek” di s**********n istriku pun terdengar dan istriku
mulai mendesis desis “Heeeeh heeeh heeeeh mbaaaaah ???” p****t bahenol istriku pun mulai menungging
nungging dan tangan kiri Mbah Demo membuka resleting rok span istriku dan menariknya ke atas, kedua kaki
istriku semakin terkangkang karena tangan kanan Mbah Demo semakin gencar mengocok dan mengelus bibir
vagina istriku yang semakin basah yang menimbulkan suara kecepak yang semakin keras di s**********n nya.
Tangan kiri Mbah Demo mendorong tubuh istriku ke depan sehingga tubuhnya bertumpu di meja rias dan
punggung istriku sejajar dengan kepalanya yang mendekati cermin meja rias.
Mbah Demo kemudian memegang pangkal batang k*********a yang menegang kaku dan dari belakang mengarahkan
ujung batang k*********a yang seperti jamur ke liang v****a istriku dan rintihan istriku pun terdengar:
“Mbaaaaah jaaaanggggggg ?. uuuppppppffff besaaaar mbaaaaah oooooh maaas ?. akuuu disetubuhi mbaaah
Demoooo ?.ooooh maaass mekaaaar membesaaaaar hheghghghgh sesaaak liang kuuuu maaaaas ??.ooooh
menjuluuuuur ke dalam liaaangkuuu eeeeh eh eh eh akuuu ngaaaak kuaaaat maaaas akuuu keluaaaaaarrr
??..ngngngngngngngng ?..”istriku mengerang dengan hebatnya,p****t bahenolnya tersentak sentak sehingga
batang kemaluan Mbah Demo secara otomatis amblas seluruhnya ke dalam liang v****a istriku.
“Mmmmmppppfffffff kok membesssaaaaar ?.. oooooh ?.. semakiiin dalaaaaam maaaas ?..maaaas hheeeeghhh ?.
mekaaaaaar ?.. ffffff ?. akuuuu mmmmmmngngngngngngngng ??.”istriku kembali mencapai orgasmenya ke dua
malam itu atau ke tujuh sejak siang tadi disetubuhi Mbah Demo. Tubuh istriku limbung dan Mbah Demo
memeluk istriku yang sempoyongan karena lutut istriku tak kuat menahan berat tubuhnya sendiri karena
tenaga istriku terkuras melayani nafsu syahwat lelaki tua itu yang terus mengenjot menyetubuhi istriku
tanpa ampun.
Tubuh istriku pun terjatuh di ranjangku dan posisi kakinya di kepalaku sehingga terlihat jelas batang
kemaluan Mbah Demo tengah menyumpal liang v****a istriku yang tertelungkup. “Mbaaaaah aku diboooooooor
???” rintih istriku dan kulihat Mbah Demo tanpa mengenjot pantatnya, batang k*********a terlihat dengan
jelas membesar mengecil dan rupanya memanjang memendek seperti mata bor melubangi kayu. “Mbaaaaaah
akuuuuu keluaaaaar lagiiiiiiii ??”rintih istriku mencapai o*****e yang ketiga malam itu dan batang
kemaluan Mbah Demo terus mengebor liang v****a istriku, dan istriku merintih berkali kali. Selanjutnya
istriku terus menerus mengerang dan o*****e ke 4 kalinya, Mbah Demo menyetubuhi istriku sampai pagi dan
entah berapa kali istriku mengalami o*****e, sehingga keesokkan paginya istriku sulit berjalan, kata
istriku bibir vaginanya membengkak, hingga dengan terpaksa istriku tak memakai celana dalamnya pada hari
ke dua seminar itu.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,