“Gengs, jangan dulu balik!” Bintang, Bobby, dan Raffa yang sudah berdiri sambil menggendong ransel masing-masing, melihat Raka heran. Bel pulang sekolah memang sudah berbunyi. Beberapa teman mereka sudah keluar, tinggal menyisakan yang piket hari ini. Raka tersenyum tipis melihat reaksi tiga temannya ini. “Kapan nih, bakal two on two main basket? Mumpung lapangan kosong, kan?” Ketiganya saling tatap sebelum kembali melihat Raka. “Mau dijadiin aja? Gue kira cuma wacana foreper kayak bukber.” Celetuk Bobby. Bobby beberapa hari lalu memang ingin sekali main basket two on two. Ia sudah menduga ini semua bakal jadi wacana karena tugas mereka yang banyak. Raffa merangkul teman sebangkunya. “Kuy lah, jadiin. Mumpun gak ada tugas

