"Bagaimana?" desah Daniel. Aldrich makin berjalan mendekat seraya matanya yang terus melirik ke segala arah, tangannya menopang pada pagar besi balkon apartemennya. KRINGGGGGGGG////////////// Aldrich menoleh lantas melangkahkan kakinya menuju ruang tamu, dimana dia menaruh tas dan handphonenya yang berbunyi berada didalamnya. "Hallo"Angkat Aldrich yang melihat sebuah nomor tidak dikenal. Tutt.. tutt... tut... Terputus, Aldrich kembali menelpon ke nomor tersebut, manakala nomor tesebut adalah panggilan penting untuknya, Namun gagal dengan alasan nomor itu tidak terdaftar. Alisnya bertahut, dengan sejuta tanda tanya dalam benaknya. Yang sebenarnya panggilan tersebut dibuat oleh Joe, dengan menyadap handphone Aldrich dengan membuat sebuah panggilan palsu, untuk mengalihkan perhatian A

