BAB : 64

1024 Kata

Saat seseorang menyukainya, justru ia seolah merasa terbebani. Tapi saat dia mulai menjauh, seperti hati merasa tak iklas. Jadi, apa ini sebenarnya yang terjadi? Apa ini sebuah harapan agar dia kembali dengan hal-hal konyol dan menyebalkan itu? Di mana bocah yang kemarin-kemarin selalu membuatnya seakan gila. Apa sekarang dia sudah mulai waras, hingga melupakan hal-hal memalukan yang pernah dia lakukan? "Ada yang tak beres dengan otakmu?" Pertanyaan itu membuat Tian tersentak dari lamunan. Mendapati Willy yang sudah berada dihadapannya, menatapnya tajam. "Apaan, sih, lo!" Ia kembali memfokuskan diri menatap layar laptop yang sedari tadi ia tatap, tapi pikirannya malah melayang jauh entah kemana. Willy terkekeh melihat tampang sobatnya yang beberapa hari terakhir justru makin membingun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN