Sekembalinya dari rumah sakit, Hana masih diam. Ia harus bersikap seperti apa sekarang? Jujur saja, ini membuatnya bingung. Akan berbeda jika posisinya bukan seorang mahasiswi yang bahkan baru menginjak semester satu. Justin melakukan hal yang sama. Ingin mengungkapkan betapa bahagia dirinya kini, tapi sepertinya hal itu tak dirasakan oleh Hana. Terlihat jelas dari raut wajah muram itu semenjak tahu kalau ternyata dia hamil. "Mau sampai kapan kamu akan diam seperti ini?" tanya Justin buka suara duduk di samping Hana yang berbaring di tempat tidur. "Aku persilahkan kamu mengungkapkan reaksimu saat ini, Hana." Hana tak berkomentar, hanya pandangannya yang fokus menatap Justin "Ini baru awalnya, kamu boleh memutuskan." "Kenapa berkata begitu?" tanya Hana balik saat mendapatkan pernyataa

