Setelah selesai, barulah ia turun dan berjalan menuju meja makan ... dengan tas mini ransel yang ada di pundaknya. Saat sampai, terlihat Justin sudah ada di sana, begitupun dengan Hana. Ayolah, pagi ini ia disambut tatapan menjengkelkan dari wanita itu. Kalau tak ada Justin di sini, mungkin ia akan dicekek oleh tante tante itu. Ia tak duduk, tapi malah hanya diam berdiri dihadapan Justin. "Om, aku ..." "Jangan berpikir untuk tak sarapan," timpal Justin menyanggah perkataan Hana. "Ayo dudan habiskan sarapanmu," perintahnya. Jujur saja, ia tak nyaman berada di sini. Apalagi dengan adanya Alice, seolah ia sedang dihadapkan dengan orang yang paling membencinya di dunia. Ya, mungkin saja memang begitu. Hana duduk dan mulai menikmati sarapannya. Diam, bahkan ia tak melemparkan pandangan ke

