"Foto apa, sih?" Satu persatu dari mereka memilih untuk mendekat pada Noval agar melihat foto itu dengan jelas. Sementara Hana, ia merasa dunianya saat ini sudah hancur. Bahkan untuk membela diri saja ia seolah tak punya keberanian dan alasan. Karena apa? Foto itu memang benar adanya. "Astaga! Ini serius?" "Beneran lo, Han?" "Enggak nyangka, ya." Noval mendekat ke arah Hana, menatap wajah gadis yang pernah jadi kekasihnya, tapi kini dengan sengaja ia sakiti. "Sekarang kalian tahu, kan ... kenapa dia waktu itu menghilang tanpa kabar. Ya, apalagi kalau bukan menghabiskan waktu bersama om-om genit." "Malu-maluin banget, sih, lo, Han. Jadi cewek nggak benar." "Lo bicara apa, sih, Nov! Jangan seenaknya menuduh Hana seburuk itu!" Leta benar-benar kesal dengan sikap Noval. Ingin rasanya

