BAB : 55

1025 Kata

Matanya ia liarkan saat melewati jalan yang tak jauh dari area kampus. Hujan, membuat pandangannya sedikit terhalangi dan memilih untuk turun dari mobil. Dalam hujan lebat, ia menelusuri taman yang ada di sekitar, berharap segera menemukan Hana. Tapi tetap saja tak berhasil. "Hana, kamu di mana, sih," gumamnya di bawah hujan lebat. Berniat untuk mencari ke tempat lain, tapi pandangannya kini tertuju pada seseorang yang berada di kursi taman, duduk di bawah guyuran hujan. Tak berpikir panjang lagi, ia langsung saja mengarah ke sana. "Hana ..." Wajah yang sudah pucat pasi, bahkan pandangan itu saja seolah begitu terlihat berat menatapnya. Tapi tetap saja dia mengumbar senyum. Ya, senyum yang dipaksakan. "Ternyata benar ... Om itu lebih baik daripada orang tuaku." Tangisnya pecah seket

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN