“Mas, harusnya enggak usah marahin Tirta kaya gitu. Dia ‘kan memang suka iseng.” Shasha berbicara pada suaminya. Kaisar duduk menghadap istrinya. Dia kemudian menggenggam kedua tangan Shasha. “Hal kaya itu enggak boleh dibiarin, Sha. Kalau sekarang kita diamkan, besok kalau ada kesempatan dia pasti akan melakukannya lagi. Mungkin enggak akan tanya sama kamu lagi, tapi sama orang lain. Tata itu sudah dewasa, harusnya dia sudah tahu bagaimana hukumnya menceritakan hubungan suami istri pada orang lain. Meskipun Tata adik kandungku, tetap dia itu orang lain di rumah tangga kita. Orang tua saja tidak boleh mencampuri urusan rumah tangga kita, apalagi saudara. Kecuali ada masalah, bisa cerita ke orang yang lebih ahli untuk mencari solusi. Tapi bukan untuk diumbar,” paparnya. Shasha mengangguk.

