Uang dari sekolah mencapai 12 juta, membuat Sofia merasa bersyukur dengan apa yang di dapatnya. Bu Guru yang tadi memanggil Sofia menyerahkan uang tersebut.
" Sof ini iuran dari teman-teman dan guru di sini, Ibu harap kamu bisa memakainya dan bisa sedikit meringankan bebanmu, satu minggu lagi kamu ujian Nasional. Setelah Ujian itu, aku sebagai gurumu melihat bakatmu dalam merias, kamu mau ikut bekerja dengan ibu mendandani para Artis sambil menunggu pengumuman Kelulusanmu, Mungkin kamu ingin bekerja di butik yang dulu kamu pernah training disana, tapi gaji di sana tidak memungkinkanmu untuk membayar biaya lanjutan ibu mu, Mungkin dengan pijakan tata rias dengan merias para artis dan honor yang lumayan kamu bisa sedikit meringankan beban ekonomimu, tolong itu juga di pikirkan ya Sof, menjadi tata busana atau perancang memang bakat mu juga tapi ada kalanya kita memilih pekerjaan yang tidak sesuai dengan mimpi kita " ucap ibu Guru untuk mengusulkan pekerjaan yang cocok untuk Sofia dalam waktu dekat ini.
" baik bu saya akan pikirkan , terimakasih bu buat bantuannya, aku tidak akan lupa dengan sekolah yang sudah menjadi bagian dari hidupku ini " ucap Sofia yang tanpa dia sadari sudah meneteskan airmatanya.
***
Sofia menuju ke rumah sakit, ibunya memang sedari kemarin sudah sadar namun memang tubuhnya sangat lemah jadi beliau lebih memilih untuk tertidur.
Sofia menyelesaikan segala administrasinya di sana.Dengan uang yang di peroleh dari sumbangan para teman-temannya dan sisanya dia simpan.
Sofia memasuki ruang rawat ibunya dan mengusap lembut kepala ibunya.
" ibu aku datang, maaf baru datang. tadi aku harus ke sekolah terlebih dahulu dan juga mengantar jahitan yang sudah ibu kerjakan, ibu jangan terlalu banyak bekerja lagi 1 minggu lagi aku sudah ujian, dan sebelum pengumuman kelulusan banyak yang menawari pekerjaan, bahkan ibu guru juga memberikan pekerjaan menjadi tata rias model, padahal dulu waktu aku ikut lomba merias aku hanya menang karena kebetulan. Setidaknya bu usai sekolah ini aku harus menyukakan hati mu dan meringankan bebanmu, usia mu tak lagi muda, dan aku selalu menjadi bebanmu" ucap Sofia.
***
dua minggu telah berlalu, Sofia sudah menyelesaikan ujian akhir sekolahnya. Dia sangat bahagia setidaknya di tengah cobaan yang menerpanya dia bisa mengerjakan soal ujian dengan baik dan tanpa kesulitan yang berarti.
Dia mendatangi gurunya dan menerima tawaran menjadi penata rias model dengan iming-iming gaji yang besar tentunya.
Selanjutnya Sofia di bawa ke studio artis dan di perkenalkan pekerjaan oleh teman ibu guru tersebut.
Dan saat ini dia di suruh merias Clarisa model dan artis cantik itu.
" siapa namamu nak " ucap teman Rias ibu Guru.
" Sofia Puri Ayu " ucap Sofia memperkenalkan diri.
" umur berapa kamu " tanyanya lagi
" 17 tahun pak " ucap Sofia.
" no no no jangan panggil aku pak, aku bukan bapakmu, panggil aku kak monly " ucap Monly kepala juru make up studio itu.
" ok karena gurumu yang membawa kamu kesini dan aku pernah lihat hasil riasanmu, tolong kamu make up artist yang ada di sana namanya Clarisa Larasasti , dan aku harap dia tidak komplain dengan hasil riasanmu kamu mengerti, dan aku juga pernah lihat profil dari gurumu kamu juga seorang design lukisan dan karya jahitanmu untuk membuat baju sungguh baik, mungkin hal itu bisa di kombinasikan, setelah make up cobalah kamu buat design-design juga ya " ucap Monly.
Sofia langsung menuju artis yang di tunjuk Monly untuk di dandani, dia menatap kencantikan Clarisa yang sangat cantik, mahakarya ciptaan Tuhan yang paling indah di lihat dan sangat ramah terhadap Sofia.
" kamu make up artis baru di sini " tanya Clarisa
" iya nona, " menjawab dengan rasa gugup.
" tidak usah gugup, " ucap Clarisa sambil menyunggingkan senyum manisnya untuk mengubah rasa canggung terhadap anak baru seperti Sofia.
Ahkirnya Clarisa di make up oleh Sofia. Sambil berbicara ringan Sofia memoles wajah Clarisa yang memang cantik itu.
" kamu sudah punya pacar " tanya Clarisa
" belum kak " ucap Sofia
" tubuhmu langsing dan sangat indah kamu bisa make up tapi kenapa kamu gak berdandan " tanya Clarisa yang melihat penampilan Sofia.
Sofia memang memiliki kecantikan tersendiri, wajahnya berbentuk oval tidak gemuk jadi terlihat tirus mungkin putih sedikit dia sudah seperti uni uni korea. Bibir yang tipis hidung yang lancip walau tidak terlalu mancung tapi lancip. Senyumnya juga membuat orang betah memandangnya karena memiliki lesung pipi, dia juga bisa membawa suasana lebih hangat.
" jika aku berdandan nanti yang ada om-om yang mendekat kak, kalau kayak gini kan orang lihatnya juga males " ucap Sofia
" loh lha kenapa gak suka di lihat " tanya Clarisa
" karena risih kak, lebih baik jadi apa dirinya sendiri " ucap Sofia.
" selain make up kamu suka apa Sof" tanya Clarisa.
" aku suka medesign baju dan menjahit sejujurnya aku lebih suka ke situ kak, tapi bu Guru ada loker untuk make up artis jadi aku mau, apa lagi bisa ketemu kak Clarisa, kakak tenyata cantik aslinya dari pada di layar kaca " ucap Sofia memuji , membuat siapa yang mendengarnya merasa bahagia.
" kamu bisa saja Sof , kamu masih muda tidak ingin menggali di kelas acting " ucap Clarisa.
" tidak kak, aku mana bisa, ya nanti kalau aku di dunia acting, setiap pagi aku akan bilang , Selamat pagi dunia tipu-tipu " ucap Sofia sambil tertawa lebar.
Rasa riangnya menular ke para artis dan juga make up lainnya. Yang sangat senang dengan ke akraban itu.