SEPARUH AKU BAB 6

1177 Kata
Setelah usai Clarisa di dandani, sekarang dia di ambil gambarnya untuk pemotretan. Beberapa gambar sudah di dapatkan. Hari ini hari sabtu, seperti janji Adam pada Clarisa bahwa dia akan mengenalkan Clarisa kepada ke dua orang tuanya. Saat ini Adam berinisiatif untuk datang ke tempat pemotretan Clarisa. Sekarang dia sudah sampai tempat pemotretan, Sofia yang mendapat telp dari rumah sakit terburu-buru untuk pulang setelah dia berpamitan kepada supervisornya. Di depan pintu pagar pemotretan dia menabrak Adam. Brukk. Tubuh Sofia terpental jatuh ke lantai karena terlalu, saat menabrak Adam. Adam langsung berjongkok dan menolongnya. " kamu tidak apa-apa dik " ucap Adam. " aku baik pak, terimakasih " ucap Sofia sambil berlalu pergi dari tempat itu dan sedikit berlari menuju tukang ojek online yang sudah dia pesan tadi. Adam melihat punggung Sofia dan mengingat wajah manis Sofia. " masih muda " guman Adam. Adam lalu masuk ke ruangan pemotretan itu, dan detik itu juga pemotretan Clarisa sudah usai. "sayang " ucap Clarisa dengan manjanya. Adam langsung memeluk tubuh Clarisa dan mencium kilas bibirnya. " aku ganti baju dulu ya sayang, setelah itu kita langsung kan ?" tanya Clarisa. " iya sayang, ayah dan ibu sudah aku beritahu untuk berkenalan dengan kamu, semoga mereka suka denganmu sayang " ucap Adam lagi. " aku sayang sama kamu, " jawab Clarisa dan langsung mencium kilas lagi bibir Adam. Clarisa berlalu ke kamar ganti dan berganti pakaiannya. Dia memakai gaun yang agak terbuka, membuat Adam ingin menikmati tubuh Clarisa sekarang juga. " clay, kamu cantik apa kamu capek aku ingin sekali menikmati " ucap Adam. " ok, aku siap muasin kamu, kita ke mobil sekarang " ucap Clarisa menyetujui permintaan Adam. Mereka menuju mobil, dan mengambil tempat duduk di belakang. Melakukan hubungan yang menurut mereka nikmat di dalam mobil itu. Beberapa kali Adam mengeluarkan lahar hangatnya di telan oleh Clarisa dengan senyum merekah Clarisa. " sayang terimakasih " ucap Adam kepada Clarisa. " sama-sama sayang, aku mencintai mu dan kita akan segera menikah , aku bahagia mas " ucap Clarisa. "ahkirnya tujuanku untuk menjadi nyonya Mahendra akan segera tercapai. Bryan, aku akan melakukan apapun demi kebahagiaan kamu. Aku ingin membantumu membalas dendammu kepada keluarga Mahendra yang sudah menghancurkanmu " batin Clarisa. Adam yang melihat Clarisa acak-acakan membawanya ke butik untuk mengganti pakaiannya dan juga merias dirinya. Dia memilih pakaian yang agak menutupi tubuh Clarisa. Setelah memilih baju, Adam membawa Clarisa ke apartemennya dan menyuruhnya berdandan. " sayang tadi aku di rias anak baru, dia baru selesai ujian Nasional, dan dia langsung bekerja di tempat studio ku tadi, lihat ini hasilnya " ucap Clarisa saat berdandan, namun dia masih memegang ponselnya untuk melihat hasil pemotretan tadi. " bagus kan yang, make upnya membuat ku, seakan memiliki nyawa " ucap Clarisa memuji hasil riasan Sofia. " iya , tapi kamu kan memang cantik sayang tanpa di riaspun, tapi melihat hasil make up mu kali ini aku kagum dengan gadis yang kamu maksud " ucap Adam. " hmmm, awas saja kalau kamu berpaling dari ku mas , aku potong kejantanan mu" ucap Clarisa. " jangan sayang, iya aku gak berpaling koq, kamu bisa selalu bikin mas puas, dan sebentar lagi aku akan kenalkan kamu ke keluarga mas , kurang serius apa mas sama kamu sayang, dan kamu juga adalah sahabat dari Bryan, aku semakin yakin hanya kamu milik ku seorang" ucap Adam memastikan dirinya tidak akan berpaling dari Clarisa. " terimakasih yang " ucap Clarisa. "sudah siap sayang, ayok kita berangkat sekarang " ajak Adam kepada Clarisa. " ayok sayang " mereka berdua bergandengan tangan menuju mobil yang akan mereka pakai untuk ke rumah orang tua Adam Mahendra. Orang tua Adam memang sudah menunggu dari tadi, ayah Adam yang sudah mengetahui siapa Clarisa hanya terdiam saja, dan ingin menjebak Clarisa dan rencana liciknya sudah di ketahui oleh istrinya. Karena Clarisa akan lebih memilih uang di bandingkan Adam. " malam pa , ma " sapa adam ketika masuk rumah orang tuanya. " malam anak mama " ucap mama Adam. " ini dam, calon mantu ku " tanya papa Adam pura-pura merespon baik, dan menyebutnya sebagai anak mantu. " iya pa, yang aku ceritakan tempo lalu, dan aku mengajaknya kesini untuk berkenalan dengan papa dan mama " ucap Adam dengan bangganya. " ya sudah yuk makan " ajak mama Adam masuk. Mereka berempat makan dalam keheningan. Clarisa merasa canggung karena papa Adam memperhatikan Clarisa. Clarisa seakan mendapat signal kalau papa Adam menyukainya. Membuat itu Clarisa sudah membayangkan dan merubah rencananya. " lebih baik aku bersama papanya Adam di bandingkan dengan Adam, karena menjadi mama tiri Adam tidak akan lama aku bisa menguasai kekayaan Adam " batin Clarisa. Padahal tatapan yang di berikan papanya Adam adalah tatapan yang ingin segera menjebak wanita licik di depannya itu. Yang hanya memperalat Adam pria bodoh yang tidak berpengalaman akan wanita yang di pikirannya hanya kerja dan uang saja. " Clarisa , kamu bukankah model yang terkenal itu " tanya papa Adam " iya pak " jawab Clarisa pura-pura gugup. " papa, jangan buat calon istri ku gugup dong " ucap Adam merajuk. " papa tidak membuat calon istrimu gugup nak, tapi selama ini hanya Clarisa saja yang kamu bawa kesini kan , papa kagum karena kamu masib pria normal ,papa sampai takut kamu hanya memikirkan pekerjaan mu dan lupa buat cucu untuk papa, dan papa juga takut kalau kamu malah tidak bisa membedakan mana perempuan tulen dan yang bukan " ucap papa Adam dengan guyonannya. " enak saja biar bagaimanapun aku masih doyan wanita pa, dan aku akan membuat cucu papa banyak supaya rumah ini ramai " ucap Adam dengan semangatnya. "Clarisa kenal Adan dari mana nak, soalnya Adam penggila kerja heran om bisa kenal dengan kamu " tanya mama Adam. " saya di kenalkan om sama Briyan , produser saya " ucap Clarisa. " iya pa, Bryan dulu teman adam, yang pernah kesini sekarang dia menjadi Produser, dan kemarin dia minta sponsor dari perusahaan kita " sahut Adam menimpali. "ohh " ucap papa mama Adam. Mereka melanjutkan makan malamnya. Dan setelah itu mereka berkumpul di ruang keluarga. Adam memang selalu terlihat mesra di depan orang tuanya. Asisten papa Adam datang dan memberikan map kepada papa Adam. Senyum mengejek kental di bibir Johan asisten papa Adam. Saat membuka map itu papa Adam pura-pura kaget. " ini apa nak, kamu mau mencoba menipu saya dengan ingin jadi menantu saya , sudah ratusan lelaki hidung belang kamu tiduri aku tidak sudi menerima mantu seperti kamu " ucap Papa Adam dan melempar banyak bukti skandal dari Clarisa. " Adam mencoba menenangkan papanya, pa ini hanya skandal saja "ucap adam membela clarisa. " Skandal kamu bilang, kamu meragukan ditektif ayah , bahkan saat menjalin hubungan dengan kamu dia masih tidur dengan banyak pria, lalu jika dia hamil dia akan mengaku anak mu seperti itu Adam, jangan g****k kamu jadi laki-laki" ucap papa Adam dengan keras. Penghinaan yang di terima Clarisa sangat membuatnya masih tidak tahu malu " om , yang memilih saya adalah anak om, jadi masuk atau tidaknya kriteria saya jadi istri anak om ,adalah Adam sendiri " setelah berucap demikan Clarisa meninggalkan keluarga Mahendra.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN