Sofia duduk di bangku bangsal rumah sakit. Dia menatap nanar keadaan yang membelitnya. Seakan tidak cukup Tuhan mengambil ayahnya sekarang ibunya terbaring lemah di rumah sakit.
apa aku di ciptakan hanya untuk menjadi bunga lily yang selalu sendirian tanpa kawan tanpa sanak maupun saudara. Guman Sofia
Sofia memejamkan matanya yang sudah lelah dengan segala yang ada. Usahanya sudah di tahap kata pasrah. Entah apa yang akan di kendalikan lagi semua usahanya seakan tidak akan cukup untuk membiayai pengobatan ibunya.
****
2 hari telah berlalu setelah insiden penolakan orang tua Adam hari ini Clarisa saat ini bertemu secara diam-diam dengan Adam di cafe biasa mereka datangi.
" mas, kenapa dua hari ini kamu tidak menghubungi aku, dan kenapa kamu tidak membela ku di hadapan orang tua mu " tanya Clarisa yang memang sudah merasa di abaikan oleh Adam.
Adam pov
Adam sejujurnya sudah mulai tidak nyaman dengan rumor dan kebenaran yang di ungkapkan oleh anak buahnya dan juga keluarganya, membuat dia setelah memikirkan itu semua tidak ingin lagi berhubungan dengan seorang Clarisa yang telah bermain di belakangnya membuatnya sangat amat jijik menatapnya.
Trauma dengan wanita seakan menghinggapinya. Dia sudah antipati dengan yang namanya wanita, Hanya butuh semalam bagi Adam untuk merasa antipati dengan wanita. Merasa jijik sendiri dengan keberadaan wanita yang ada di dekatnya. Mau sesempurna apapun wajahnya tapi pasti ujung-ujungnya adalah uang dan harta tidak lebih dari itu. Bahkan mungkin tidak akan dia temui wanita yang benar-benar tulus mencintainya.
Hidup bergelimang harta bukanlah jaminan untuk bahagia nyatanya tekanan untuk menambah bisnis baru dan baru lagi, tekanan dengan pasangan entah dengan berbagai polemik dan masalah yang ada. Dan masih banyak lagi kecenderungan lainnya yang tidak serta merta membuat seseorang itu merasa bahagia.
Adam pov end
"maafkan aku , Clarisa kamu tahu orang tua ku sudah tidak menyetujui hubungan kita, mereka ingin wanita yang murni dan suci yang pertama bagiku, walau aku masih mencintai kamu tapi aku tidak bisa menentang kedua orang tua ku, kalau aku yang memutuskannya sendiri pasti aku akan tetap memilihmu, tapi nyatanya hidupku masih ada yang mengaturnya maafkan aku " ucap Adam dengan dalihnya.
" lalu apa yang bisa aku lakukan untuk mempertahankan hubungan kita sayang, aku belum siap untuk kita harus berpisah " ucap Clarisa dengan manjanya " akan masih mampu memuaskan ranjangmu dan mampu memberikan rasa yang akan kamu nikmati di hari-hari sedihmu sayang " ucap Clarisa lagi dengan nada menggoda dan pertahanan Adam luntur seketika di hari itu mereka berjalan menuju koridor hotel bintang 5 kepunyaan Mahendra grup.
Di dalam kamar itu Clarisa dengan gaya kucing liarnya muemulai permainannya di tubuh Adam. Adam yang sudah terbiasa dengan permainan Clarisa merasa nyaman dia merasa kecanduan dengan Clarisa tapi bagi Adam saat ini adalah kebutuhan fisiknya, baginya jika orang lain bisa memakai tubuh Clarisa dia akan membayar dengan setimpal apa yang dia lakukan untuknya saat ini. Tapi tetap dia akan mencari wanita yang tulus dan polos menurut pandangannya.