Bab 25

1148 Kata

Kinar mengangguk dengan wajah polosnya.”Iya. Kamu siapa ya...maaf enggak ingat.” Pria itu berjalan mendekat dengan tatapan tajam. Kinar berjalan mundur, hingga punggungnya menabrak dinding. “Kamu makin cantik ya, Kin, badan kamu...semakin padat berisi.” Pria itu menatap Kinar seolah-olah sangat ingin menelanjanginya. Kinar menelan ludahnya, ia mulai merasa tidak nyaman. Ia pun melangkah cepat meninggalkan area itu. Tapi, pria itu menarik Kinar dan membenturkan tubuh Kinar ke dinding, lalu mengurung tubuh wanita itu. Tangan Kinar ia cengkeram begitu erat hingga wanita itu meringis kesakitan. “Apa-apaan ini!” hardik Kinar. “Apa...wajahku yang sudah tampan seperti sekarang ini enggak membuatmu tertarik sama aku?”tatap pria itu tajam. Jantung Kinar terasa sedang ditusuk tombak. Entah ken

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN