Adrian duduk gelisah di antara keluarganya dan keluarga Aqilla setelah perempuan itu menyetujui perjodohan mereka tanpa mendengarkan pernyataan Adrian terlebih dahulu. kedua keluarga tersebut terlalu bahagia mendengar kabar gembira dari perempuan tersebut sehingga melupakan suara dari dirinya yang berkemungkinan menolak pernikahan tersebut Adrian mencuri pandang ke arah Aqilla yang mengenakan kebaya senada dengan warna batik yang ia kenakan, Adrian tak mendapati raut bahagia atau malu-malu kucing yang biasa di tampilakan perempaun yang akan bertungan seperti pada umumnya, melainkan raut datar dan lebih banyak diam seolah ia menyerahkan semua keputusan malam ini kepada kedua orang tuanya, entah kemana perginya keceriaan perempuan tersebut. “permisi” ucap Aqilla menutup mulutnya dan berjal

