Adriana berlarian di antara segerombolan pemuda mabuk yang ada di jalanan dengan jantung yang sudah tak karu-karuan, ia bersembunyi di salah satu rumah kosong menghindari laki-laki yang sedari tadi mengejarnya, ibarat keluar lubang harimau masuk lubang buaya Adriana di kejutkan dengan seorang bapak-bapak bertubuh besar sedang tersenyum miring padanya, dengan langkah berat Adriana kembali berlari sekencang-kencangnya, hingga ia merasa tangannya di tarik seseorang. “lepas tolong lepaskan saya” ucapnya ketakutan “hei sadarlah ini aku, ini aku oke rileks” “Cristall ini kau sungguh aku tidak halusinasi kan?” tanyanya cemas “kenapa kau tak memakai topengmu?” “aku lupa” “yah sudah kita pulang” cristall menuntun Adriana ke mobilnya “kenapa kau keluar lagi malam ini? Lihatlah bahkan kau

