Adriana menyeduh air panas ke dalam gelas dengan fikiran yang sudah berkelana entah kemana. Sore ini rumahnya kedatangan Dian dan juga seorang wanita muda dengan paras cantik dan sangat anggun cukup mengganggu fikirannya, apa lagi dengan penampilannya yang tak lebih seperti upik abu, kulit wajahnya kusam bahkan bekas luka yang ada di tubuhnya masih meninggalkan bekas. ia ingat kalau suaminya akan di kenalkan dengan anak teman mertuanya, tapi ia tak mau berspekulasi apapun untuk saat ini. “ya ampun anaknya cantik banget” ucap wanita yang Adriana tak tau namanya ketika Adrian memasuki rumahnya “mama, Aqilla kapan kalian tiba? Kok aku gak tau” tanya Adrian dengan ekspresi bingung dengan Lentera yang berada di gendongannya “Rian kamu kasih dulu anak itu sama mamanya, ada Qilla ini” bisik

