Adrian memarkirkan mobilnya di salah satu pusat perbelanjaan, sudah satu minggu ini mamanya begitu gencar dengan anak temanya yang akan di kenalkan pada dirinya. Adrian tak lagi bisa menolak ia hanya berhaap wanita itu perempuan yang bar-bar atau urakan sehingga hal itu bisa menjadi alasan untuk dirinya mundur dari perjodohan ini. “iya ma ini Rian udah di dalam mall, namanya Aqilla kan, yah Rian udah matiin dulu” “...” “hmm iya ma dah assalamualaikum” ucap Adrian mematikan ponselnya Adrian melangkahkan kakinya menuju salah satu restoran jepang tempat janjian mereka “Aqilla, benar” ucapnya pada seorang wanita yang mengenakan dress biru laut duduk memperhatikan jalanan kebetulan wanita itu duduk di pojokan “yah, kamu Adrian kan?” tanyanya kembali Adrian mengangguk dan menarik kursin

