Pagi harinya Adriana sudah berjibaku dengan dapur yang sudah satu tahun ini ia tinggalkan. Tak ada yang berubah semua masih sama bahkan ia sangat hapal di mana letak bahan-bahan dapurnya “apa yang kau lakukan di dapurku” ucap suara berat khas baru bangun tidur Sontak saja Adriana melihat siapa yang ada di belakangnya “maaf saya hanya bingung harus ngapain saya fikir saya akan membuatkan sarapan untuk anda sebagai tanda terima kasih karena anda mau memberi saya tumpangan” ucap Adriana menunduk, suaminya tampak menawan ia takut terbawa suasana. “yah sudah kalau begitu” ucap Adrian berlalu begitu saja Suasana sarapan kali ini terasa lebih ramai di tambah ocehan Adriana sambil bermain denga anaknya dan hal itu tak luput dari pandangan Adrian, ia semakin rindu akan sosok istrinya “bagaim

