Part 38

2617 Kata

Adrian meminum kopi pesanannya sambil menunggu tamu penting yang bisa mengeluarkan dirinya dari permainan konyol yang sedang terjadi. Hampir satu jam menunggu belum ada tanda-tanda kalau laki-laki tersebut menampakkan batang hidungnya. “Adrian?” sapa seorang pemuda yang sedari tadi ia tunggu “ah iya syukurlah anda mau menerima undangan saya, kamu mau pesan apa” tawar Adrian berbasa-basi “tidak perlu, saya sedang buru-buru ada hal apa yang ingin anda bicarakan dengan saya?” tanya pemuda di hadapan Adrian. Adrian tersenyum kemudian mengangguk, mengeluarkan kartu undangan dirinya dan Qilla yang akan berlangsung satu minggu lagi “undangan untuk kamu” “maksudnya ini apa?” “kamu bisa baca sendiri itu adalah undangan pernikahan saya dan Qilla” Adrian menangkap sendu pada wajah laki-laki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN