“terima kasih kalau begitu pak” ucap Adrian di sebrang ponselnya. Laki-laki yang hampir menginjak kepala tiga itu memijit pangkal hidungnya yang terasa berat, sudah hampir sebulan ini ia mencari informasi siapa sebenarnya Shopia. Namun ia tak menemukan apapun, semua catatannya bersih tanpa cela, bahkan sudah hampir satu bulan ini perempuan tersebut menginap di rumah Juna, dan ia sangat merindukan Lentera, bayi lucu yang selalu mengganggu fikirannya. Sepulang dari pusat perbelanjaan Adrian dan Adriana jarang terlibat komunikasi, apa lagi ia sedang di repotkan dengan pernikahan yang akan berlangsung kurang lebih dua minggu lagi hubungan antara dirinya dan Aqilla di resmikan. Dengan keadaan pusing seperti ini biasanya berbincang dengan Juna bisa mengurangi bebannya meski tak jarang laki-l

