Jeno menerima paket yang baru saja datang. Ia heran karena tak merasa memesan apa-apa. Kemudian dari belakang terdengar langkah halus yang membuatnya berbalik melihat pria mungil dengan sweaternya yang kebesaran dan kakinya yang tak tertutup apa-apa menghampirinya sambil mengucek matanya karena baru bangun tidur. Siapa sangka pria mungil yang wajahnya masih seperti anak sekolahan ini akan menikah besok. Dengan langkah diseret ia menghampiri Jeno, tanpa izin ia pun bersender pada Jeno berniat menyambung tidurnya seperti ini. Jeno dengan senang hati menerima Jaemin kemudian mengecup puncak kepalanya sebelum menggendongnya kearah sofa. "Apa itu?" Ujar Jaemin dengan suara pelan melihat Jeno memegang kotak ditangannya. "Entahlah, paket baru sampai tadi pagi. Apa kau memesan sesuatu?" Jawab

