“Apa yang membuatmu terbangun?” Tanya Jeno merasakan pergerakan Jaemin di pelukannya. “Your smell.”Jawab Jaemin. Ia tidak berbohong, bau tubuh Jeno lah yang memang membangunkannya. Tak ada yang tahu selain dirinya, bagaimana aroma tubuh ini membuatnya ingin menjilati seluruh bagian tubuh Jeno. Jaemin menggeliat merengganggkan dekapan Jeno. Ia merasa sangat nyenyak tidurnya membuatnya tak ingin bangun. “Good morning.”Ujar Jaemin pelan, setelah bertatapan dengan Jeno meskipun matanya hanya terbuka setengah. Jeno tersenyum manis melihat sang pujaan begitu manis di pagi pertama setelah pernikahan mereka. “Yeah, Good morning.” Balas Jeno kemudian mengecup bibir Jaemin. Setelah itu, Jaemin kembali menelusup kedalam dekapan Jeno. “Bangunlah, hari ini kita akan jalan-jalan.” Bisik Jeno. Namun

