Shiren membanting tasnya di sofa, dia masih sangat kesal karena hari ini Sina sudah membuatnya dimarahi Arsen. Padahal Shiren ingin Sina bertengkar dengan Arsen karena masalah ini, tapi nyatanya Shiren sendiri yang harus mengalami hal ini. Indira datang lalu melihat Shiren, "Shiren, kamu sudah pulang?" "Iya kak." Indira melihat raut wajah Shiren yang terlihat sedang kesal, "Ada apa? Sepertinya kamu sedang ada masalah." Shiren duduk, "Hari ini Kak Arsen memarahi aku karena Sina." Indira mengerutkan dahinya, "Memangnya apa yang sudah kamu lakukan?" "Aku hanya meminta Sina untuk membuat laporan, tapi Kak Arsen marah karena Sina harus lembur sampai malam gara-gara mengerjakan laporan itu Kak." Indira ikut duduk di sampingnya, "Kenapa Arsen harus memarahimu? Itu memang sudah menjadi pek

