Sejak tadi di dalam mobil, Reyhan diam fokus menatap jalanan. Entah karena sedang fokus menyetir atau memang sengaja mengabaikan Sela. "Kak, tadi tuh bukan aku yang meluk dia. Serius. Dia tiba tiba banget meluk nya."kata Sela, masih mencoba untuk menjelaskan. Untungnya saja kali ini ia dekat Reyhan tidak mual. Karena sejak kemarin, jika Reyhan yang mendekatinya perut Sela akan bergejolak tidak enak. Parah banget adik bayi nya:( "Harus banget bohong?" Akhir nya Reyhan berbicara juga. "Aku nggak bohong kak! Serius deh." Reyhan menatap Sela sekilas. Lalu kembali fokus ke jalanan. "Kenapa nggak izin kalo kamu mau keluar, Sela?" Sela diam, jadi karena ini Reyhan marah. "A-aku, aku tadi-" "Apa?" Sela menghela nafasnya, lalu menatap Reyhan. Merasa bersalah. "Aku minta maaf, k

