Sabar, semesta punya banyak rencana yang akan di jawab. Resa dan Niranti memandang sedih Sela yang sejak tadi diam. Tidak ada tatapan ceria seperti biasa yang di perlihatkan anak itu. Ini sudah waktunya makan malam, tapi Sela enggan membuka mulutnya. Bahkan kedua orang tua nya di acuhkan. Sedangkan Bantara dan Sanjaya menemani Reyhan yang sedang makan di kantin. Mereka tau, Reyhan juga butuh support dari mereka. "Sayang... Makan dulu, yuk?"ucap Niranti, dia memegang mangkok yang berisi bubur untuk Sela. Tapi Sela hanya diam, memandang kosong. "Ikhlas sayang. Ini semua udah jalan nya."kata Resa ikut menenangkan. Satu air mata menetes dari kelopak mata Sela. Siapa yang tidak sedih perihal kehilangan? Walaupun baru beberapa bulan malaikat kecil itu hadir di perutnya, tapi Sela

