Dua hari sebelum hari tukar cincin. "Abah, Ema, Campak dan Abang Akbar ke Bandung yah," pamit Cempaka pada ayah dan ibunya. Asih dan Safar mengangguk. "Hati-hati di jalan yah, Nak. Baca doa dulu sebelum keluar rumah," balas Asih. "Baik, Ema," sahut Cempaka. Cempaka mencium punggung tangan Asih dan juga Safar, sementara itu Akbar sebagai calon menantu juga mencium punggung tangan Asih dan Safar, hal ini sebagai tanda bahwa Akbar adalah calon menantu yang berbakti. Marsudi yang duduk di ruang tamu melirik ke arah Cempaka dan Akbar, dia berharap Akbar juga melakukan hal yang sama padanya yaitu mencium punggung tangannya. Namun, sayang sekali, Cempaka dan Akbar keluar pintu rumah tanpa memandang wajahnya. Hal ini membuat Marsudi hanya melongo melihat Akbar dan Cempaka keluar pintu rumah

