Melihat jam menunjuk angka setengah dua siang hari, Akbar mulai meraih handphone dan mengetik pesan untuk dikirimkan kepada Cempaka. Di atas balkon, ternyata Cempaka masih berselancar di dunia maya. Dia membaca beberapa resep masakan di salah satu channel masak. Namun, dia sekarang ditemani cemilan setelah makan siang yang cukup sederhana. Suara notifikasi pesan masuk. Cempaka membuka pesan dari nomor baru yang masuk. 'Tidak memasak hari ini?' Cempaka merasa heran, sebab yang masuk adalah nomor baru dan setahu dia, dia tidak pernah memberikan sembarangan nomornya pada orang lain. "Siapa teh yang kirim pesan ke Campak?" gumamnya. Selama satu menit dia merenungi pesan dan nomor itu. Namun, tak kunjung mendapat pencerahan siapa pengirimnya. Cempaka memutuskan untuk membalas pesan itu.

