Bab 42

1719 Kata

"Abang Akbar, itu teh tadi ada Ibu Anita dan Pak Agam ada juga Pak Binsar dan Pak Luhut," ujar Cempaka. Akbar membawa Cempaka masuk ke dalam lift lalu berkata, "Biarkan mereka sibuk dengan urusan mereka." Cempaka mengangguk pelan. Sementara itu di parkiran bawah tanah, wajah Anita memerah marah dan matanya merah berkaca-kaca. Tangannya terkepal kuat seakan ingin menonjok seseorang. Binsar, Agam dan Luhut tahu bahwa suasana hati Anita tidak dalam keadaan baik, ini sangat buruk. Namun, mereka juga tak bisa menyalahkan Akbar dan Cempaka mengenai suasana hati Anita saat ini. Luhut berkata, "Sebaiknya kita pulang saja, minum teh sore bersama hari ini mari kita tunda dulu." Agam dan Binsar mengangguk, sementara itu Anita malah langsung melangkah masuk ke dalam mobil dan buru-buru melajukan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN